Telur Asin Jogja dibandingkan Makanan Telur Ekstrim dari Filipina.

Salah satu makanan khas sekaligus ekstrim di Filipina adalah Balut. Makanan ini terbuat dari telur bebek, tapi bukanlah telur bebek yang di asinkan seperti di Telur Asin Jogja, karena telur bebek ini sudah dieramkan ke induknya dan hampir menetas. Didalamnya sudah ada embrio bebek. Jika dimakan teksturnya agak bertulang. Krauk!

Idealnya, telur yang dikonsumsi adalah yang sudah diambil dari bebek semenjak baru dikeluarkan. Namun makanan ekstrim Balut semakin lama dieram wujud embrio semakin jelas kebentuk tubuh bebek. Sehingga teksturnya akan lebih kasar dan kenyal, seperti memakan tulang muda. Telur ini direbus sekitar 30 menit. Selesai direbus. Dari ujung cangkang yang dibuka itulah terlihat paruh, sayap hingga bulu bebek yang hampir jadi.

Kebanyakan orang akan menyerah saat melihat bayi bebek yang hampir sempurna itu. Namun ada juga yang berani dan tertantang untuk mencobanya. Makanan ekstrim Balut biasanya ditambahkan garam, bubuk cabai, bawang putih sampai cuka. Hal pertama yang dilakukan saat mengkonsumsi balut adalah menyeruput cairan yang ada di dalam telur. Selanjutnya barulah bisa mengunyah badan bebek yang terasa kenyal. Sensasinya begitu terasa namun para warga setempat biasa memakan balut sebagai pendamping minum bir.

Tapi menurut admin memakan balut adalah tindakan salah kaprah yang dilakukan penduduk philipina. Lebih bagus makan Telur Asin Jogja yang halalan toyibah daripada makan Balut. Kebudayaan orang philipina meminum alkohol mungkin juga berhubungan dengan kebiasaan memakan balut atau embrio bebek.

Telur yang sudah hampir menetas tentu saja sudah bernyawa dan mempunyai ruh. Seharusnya manusia yang di karuniai akal pikiran punya belas kasihan sebagai sesama mahluk ciptaanNya, sehingga memberi kesempatan untuk mahluk hidup yang lain menikmati kehidupnya terlebih dahulu.

Bukankah di dalam agama disebutkan manusia adalah pemimpin semua makhluk di muka bumi. Oleh karena itu apabila di suatu tempat ada kebiasaan masyarakat yang tidak benar maka kita sebagai sesama manusia hukumnya wajib menasehati bahkan berhak melarang. Betuuul..?

Paragraph

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *