Produk

Telur Asin Cap Tepat

Sejarah usaha Telur Asin Jogja atau lebih di kenal Telur Asin Tepat, sudah hampir berumur hampir setengah abad lamanya didirikan oleh seorang ibu rumah tangga dengan nama ibu sumiyati di desa Sinduadi bagian barat lebih tepatnya di dusun Kutu, bertempat tinggal di pinggir Selokan Mataram yang saat itu masih banyak di tanami oleh penduduk skitarnya persawahan, yang pada waktu itu masih banyak para peternak unggas terutama berternak bebek

Desa Sinduadi pada sekitar tahun 70 an, bertepatan dengan awal kedinasan bapak Jamal yaitu suami dari ibu Sumiyati di Sekolah Dasar Sinduadi Barat, saat itu para penduduknya mayoritas masih menggantungkan hidupnya sebagai petani dan peternak, sebagai daerah agraris yang di lewati Selokan Maataram tanah di daerah itu tergolong subur bahkan lebih subur daripada daerah lain di wilayah Yogyakarta

Oleh karena kesuburan tanahnya maka hasil panen dan hasil ternaknya pun melimpah melebihi jatah konsumsi masyarakat setempat. Terutama untuk hasil telur bebek hasilnya sangat banyak sehingga para peternak merasa kesulitan dalam memanfaatkan telur bebek untuk meningkatkan taraf hidup para peternak di saat itu dikarenakan umumnya orang lebih senang mengkonsumsi telur ayam daripada telur bebek , menurut pendapat mereka telur ayam lebih murah dan tidak amis apabila langsung di konsumsi.

Sehubungan dengan itu muncul ide dari ibu Sumiyati untuk mengolah hasil ternak terutama telur bebek untuk di olah dan di jual dalam bentuk makanan siap saji yaitu Telur asin, yang saat ini lebih dikenal sebagai Telur Asin Tepat atau Telur Asin Jogja.

Perjalanan usaha Telur Asin Tepat atau Telur Asin Jogja tidaklah mudah seperti membalikan telapak tangan tentunya, Perlu banyak uji coba pada waktu itu untuk menemukan komposisi bahan dan takaran sehingga kualitas dan rasa tidak mengecewakan konsumen, yang pada waktu itu belum ada internet bahkan yang mempunyai TV baru ada 2 orang di kampung kutu yaitu bapak jamal dan seorang pegawai sekertaris di kalurahan Sinduadi atau biasa di panggil pak Carik ketika itu.

Akhirnya setelah bertanya kesana kemari dan melakukan ujicoba yang tidak sedikit terciptalah suatu resep pembuatan telur asin yang bisa di unggulkan dari segi ukuran, tekstur dan rasa. Pada waktu itu seingat saya harga telur masih Rp.175 rupiah/ butir